POSTING TERPOPULER

Friday, December 3, 2010

DOKUMEN RAHASIA AMERIKA BOCOR (PEMERINTAH ARAB SAUDI MERENGEK)

Rahasia Raja Arab Saudi Abdullah bin Abd Al-Aziz dibocorkan Wikileaks. Website spesialis pembocor dokumen rahasia itu mengungkapkan, Raja Abdullah merengek minta Amerika Serikat (AS) segera menyerang Iran.

Menurut data yang bocor itu, Raja Abdullah bin Abd Al-Aziz memanggil Duta Besar AS untuk Irak Ryan Crocker dan Panglima Militer AS di Irak David Pet raeus April 2008.
“Dia (Raja Abdullah) meminta AS memenggal kepala ular (mak sudnya Iran-red),” ujar Duta Besar Arab Saudi di Wa shington, Adel al-Jubeir. Demi kian memo dari Departemen Luar Negeri AS. Ular yang dimaksud adalah Iran.

Bo coran dokumen ini juga me nun jukkan pemimpin Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Mesir, me nyebut Iran sebagai setan, an caman nyata, dan kekuatan yang akan membawa perang.
“Raja, Menteri Luar Negeri, Pa ngeran Muqrin, dan Pangeran Nayif setuju bahwa Kerajaan per lu bekerja sama dengan AS untuk menentang dan menggulingkan pengaruh Iran dan subversinya di Irak,” demikian isi memo itu.
Bocornya memo tersebut dapat membuat malu pemerintahan Arab Saudi, yang saat ini kha watir akan adanya dugaan ambisi senjata nuklir Iran. Arab Saudi hingga saat ini tidak terang-te rangan meminta bantuan negara Barat bertindak terhadap negara tetangganya itu.
Atas bocornya dokumen ini, penasihat pemerintahan Saudi mengatakan, hal itu sangat nega tif. Tidak baik untuk membangun kepercayaan diri. “Riyadh sebe lum nya sudah diperingatkan Wa s hington mengenai bocornya do kumen itu. Tetapi mereka (AS) ma sih belum tahu apa yang akan terjadi,” ujar penasihat yang tidak mau menyebutkan namanya.
Raja Abdullah hanyalah satu bahasan dari 251.287 dokumen yang dirilis Wilikileaks, Minggu (28/11). Total 15.652 di antara do kumen dalam rentang 28 De sem ber 1996 hingga 28 Februari 2010 ini berstatus rahasia.
Rilis dokumen ini akan dila kukan secara bertahap. Publikasi Wikileaks ini tujuh kali lebih ba nyak dibanding dokumen ten tang Perang Irak (Iraq War Logs) dan Afghanistan yang mereka pub likasi sebelumnya.
Juru bicara Gedung Putih Ro bert Gibbs mengatakan, la poran Wikileaks adalah candid (apa adanya) seperti di lapangan. Bu kan informasi yang komplet. Bukan gambaran kebijakan akhir.
“Namun, saat substansi per cakapan pribadi dicetak di ha laman depan surat kabar di se luruh dunia, tidak hanya ber dam pak mendalam kepada kepen tingan kebijakan luar negeri AS tapi juga sekutu-sekutu kita di dunia,” jelas Gibbs
Bekas pejabat kontraterorisme dan cyber AS Roger Cressey mengatakan, pembocoran doku men ini akan berpotensi merusak hubu ngan diplomatik dan pepe rangan melawan Al Qaeda.
“Esensi kebijakan luar negeri kita adalah kemampuan berbicara terus terang dan jujur dengan mi tra luar negeri. Pembocoran be sar-besaran ini membuat diplo masi kita sedang diuji,” ujar Cressey.
“Pikirkan hubungan dengan Arab Saudi, Yaman, dan Af gha nistan, negara yang berkerja sama dengan kita dalam memerangi Al Qaeda. Pembocoran ini akan me ng ganggu kemampuan kita mem pe ngaruhi negara lain men du kung prioritas kontraterorisme kita di masa depan,” lanjut Cressey.
Komunikasi Kedutaan AS di Jakarta juga ikut dibongkar. Na mun, data-data komunikasi ini tidak menjadi bagian yang dirilis, Minggu. Menurut Wikileaks, do kumen-dokumen ini akan mem beri wawasan kepada selu ruh orang di dunia tentang ak tivitas luar negeri AS dan mem bongkar kontradiksi antara pe nampilan AS di hadapan publik dengan apa yang terjadi di bela kang pintu.
Beberapa dokumen menun juk kan deskripsi tentang se jumlah pe mimpin dunia. Pe mimpin Ko rea Utara (Korut) Kim Jong-il dika takan menderita epilepsi. Presiden Iran Mahmoud Ah ma dinejad di­bandingkan de ngan Adolf Hitler. Presiden Prancis Nicolas Sar kaozy dika takan seba gai ‘kaisar tanpa bu sana’. Kanselir Jerman Angela Merkel digam barkan se bagai orang yang suka per mu­suhan. Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin disebut ‘alpha man’. Pre siden Hamid Karzai dijuluki ‘kena penyakit jiwa (paranoia)’.
Sedangkan Presiden Rusia Dmitry Med vedev disebut orang yang ragu-ragu. PM Italia Silvio Berlusconi disebut terkenal de ngan sisi liarnya. Presiden Libya Muam mar Gaddafi disebut me milih wanita pirang cantik seba gai perawatnya. Bahkan, Presi den AS sendiri, Barack Obama, di nya­takan lebih melihat Timur dibanding Barat dan tidak me miliki hu bungan emosional de ngan Eropa.
Bocoran Wikileaks juga me nun jukkan pejabat AS diminta memata-matai kepemimpinan PBB dan mendapat informasi tentang Se kretaris Jenderal Ban Ki-moon. Se lain itu, perwakilan anggota te­tap Dewan Keamanan PBB dari China, Rusia, Prancis dan Inggris, dimata-matai. [RAMOL]
Wikileaks mengakui baru mempublikasikan 200 dari 251.287 data yang mereka peroleh dari sumber tertentu. Berikut topik sejumlah bocoran data laporan lainnya dari kawat diplomatik AS yang dipublikasikan Wikileaks, seperti yang dikutip laman stasiun televisi BBC:
  • Upaya Iran untuk mencontoh roket-roket Korea Utara untuk rudal jarak jauh.
  • Korupsi di tubuh pemerintahan Afganistan, yang terbukti kian parah saat seorang pejabat senior ditemukan membawa uang tunai sebesar US$50 juta saat dinas ke luar negeri.
  • Upaya untuk mengosongkan kamp penjara di Teluk Guantanamo. Salah satunya adalah permintaan kepada diplomat Slovenia agar bersedia memungut seorang napi bila mereka ingin bertemu dengan Presiden AS, Barack Obama.
  • Jerman pada 2007 diberi peringatan agar tidak menangkap sejumlah agen Dinas Intelijen CIA yang terlibat dalam suatu operasi, dimana seorang warga Jerman yang tidak bersalah ditangkap karena bernama sama dengan seorang tersangka militer. Warga itu ditangkap dan ditahan di Afganistan.
  • Instruksi dari Menteri Luar Negeri Hillary Clinton kepada pejabat AS agar memata-matai kepemimpinan Perserikatan Bangsa-bangsa.
  • Dugaan hubungan antara pemerintah Rusia dengan kriminal yang terorganisir.
  • Percakapan Presiden Yaman kepada Panglima Militer AS saat itu, Jenderal David Petraeus, mengenai serangan atas basis-basis al-Qaida di negaranya. “Kami akan terus bilang bahwa bom-bom itu milik kami, bukan punya kalian,” kata presiden Yaman.
  • Upaya AS untuk mencegah Suriah mengirim senjata kepada kelompok Hisbullah di Lebanon.
Wikileaks juga membocorkan laporan mengenai kekhawatiran diplomat atas materi nuklir Pakistan yang bisa digunakan sebagai bom atom. Para diplomat pun mengeluhkan maraknya praktik peretasan jaringan komputer, yang diduga didukung oleh pemerintah China.
SUMER BERITA : http://kabarnet.wordpress.com/2010/11/30/dokumen-rahasia-bocor-arab-saudi-merengek-minta-as-serang-iran/
Benarkah dokumen rahasia Amrika ini Bocor?
BACA JUGA ARTIKEL TANGGAPAN : Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad

No comments:

Post a Comment

KOMENTAR ANDA SANGAT BERGUNA BAGI PENGEMBANGAN BLOG KAMI
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda disini,
Dengan cara :
1. Ketik Komentar anda pada kotak komentar
2. Klik Postkan Komentar,
3. Klik logo google akun/mendaftar google akun bagi yang belum memiliki google akun,
Apabila komentar dianggap menghina suku/ras/golongan atau bersipat Melecehkan.. maka kami dengan terpaksa akan menghapusnya/tdk menayangkannya.
Terimakasih atas kunjungannya

Google+ Followers